-->

Teknis Lomba Kriya FLS3N SD 2026


 Lomba Kriya Sekolah Dasar (SD) dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 adalah kompetisi membuat karya tangan (handmadeyang menitikberatkan pada keterampilan, ketekunan, serta aspek estetika dan fungsional.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai lomba tersebut berdasarkan sumber yang tersedia:

1. Tujuan Lomba

Lomba ini bertujuan untuk menggali nilai edukasi seperti kesungguhan, ketelitian, dan kepekaan siswa. Selain itu, lomba ini mendorong pemanfaatan tradisi lokal kedaerahan sebagai kekayaan budaya Indonesia untuk menghasilkan karya yang khas dan berkarakter.

2. Materi dan Tema Lomba

  • Produk: Peserta diminta membuat mainan anak, baik tradisional maupun modern.
  • Bahan Utama: Menggunakan material alam yang tersedia di daerah setempat seperti kayu, rotan, bambu, daun, akar, kulit, dan sejenisnya.
  • Bahan Pendukung: Boleh dikombinasikan dengan material lain untuk variasi atau penyatuan karya tanpa menghilangkan karakter material utama.
  • Teknik & Mekanik: Pembuatan dapat menggunakan alat manual maupun mekanis (seperti mesin bor atau potong). Mainan juga diperbolehkan menggunakan penggerak seperti baterai atau daya gravitasi.

3. Tahapan Seleksi

  • Babak Penyisihan (Daring): Dilakukan di tingkat Kabupaten/Kota dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) untuk memilih 39 karya terbaik ke babak final.
  • Babak Final (Daring): Peserta yang lolos akan membuat karya mainan baru dengan materi yang sama seperti pada babak penyisihan agar dapat mempersiapkan peralatan secara maksimal.

4. Teknis Pelaksanaan

  • Video: Proses pembuatan harus direkam dalam video berdurasi maksimal 5 menit dengan format MP4 (720p) posisi landscape. Video berisi presentasi konsep, bahan, alat, proses kerja (timelapse), dan hasil akhir.
  • Seragam: Peserta wajib mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing saat bekerja.
  • Keamanan: Peserta wajib menggunakan perlengkapan keselamatan (masker, sarung tangan, kacamata) jika menggunakan alat atau bahan berbahaya.

5. Kriteria Penilaian

Penilaian dilakukan berdasarkan aspek-aspek berikut:

  • Estetika (30%): Karakter dan keindahan bentuk.
  • Kerapihan (25%): Ketelitian, penyelesaian akhir (finishing), dan ketepatan penyatuan material.
  • Kreativitas (25%): Keunikan dan daya tarik khusus.
  • Kualitas Material (10%): Kekuatan dan proses pengolahan bahan.
  • Fungsional (10%): Nilai guna dan manfaat karya.

6. Peraturan Penting

  • Karya harus dikerjakan secara mandiri tanpa bantuan orang lain.
  • Karya tidak boleh mengandung unsur SARA atau pornografi.
  • Pelanggaran dapat berakibat pada pengurangan nilai hingga diskualifikasi, dan keputusan juri bersifat mutlak.

Contoh material alam yang boleh digunakan dalam lomba ini adalah bahan-bahan yang banyak tersedia di daerah setempat, yaitu kayu, rotan, bambu, daun, akar, kulit, dan sejenisnya. Peserta sangat disarankan untuk memilih material yang unik dan memiliki karakter yang sesuai dengan jenis karya mainan yang akan dibuat.


Selain material alam utama tersebut, terdapat beberapa ketentuan tambahan mengenai penggunaan bahan:

  • Kombinasi Material: Peserta diperbolehkan mengombinasikan material utama dengan bahan pendukung lainnya untuk keperluan variasi atau penyatuan karya, asalkan tidak menghilangkan karakter khas dari material utamanya.
  • Eksplorasi Daerah: Pengerjaan produk kriya ini menuntut eksplorasi material khas daerah masing-masing secara tak terbatas untuk memberikan nilai tambah pada karya tersebut.
  • Kriteria Penilaian: Kekuatan, kekhasan, dan proses pengolahan material merupakan bagian dari kriteria penilaian dengan bobot sebesar 10%.

Dalam pembuatan mainan kriya untuk FLS3N SD 2026, penggunaan teknik mekanik dan penggerak diatur sebagai berikut:

  • Media Penggerak yang Diperbolehkan: Produk mainan anak yang dibuat dapat menggunakan elemen mekanik serta media penggerak seperti baterai, daya gravitasi, dan sejenisnya. Hal ini memungkinkan mainan untuk memiliki fungsi gerak baik secara tradisional maupun modern.
  • Peralatan Pendukung: Untuk menerapkan teknik mekanik tersebut, peserta diperbolehkan menggunakan berbagai alat, mulai dari peralatan manual hingga peralatan mekanik seperti mesin bor, mesin potong, atau alat tajam lainnya.
  • Aspek Fungsional: Penggunaan teknik penggerak ini berkaitan dengan kriteria penilaian Fungsional, di mana karya dinilai berdasarkan nilai guna dan manfaatnya dengan bobot sebesar 10%.
  • Prosedur Keselamatan: Mengingat penggunaan alat mekanik atau mesin potong bisa berisiko, peserta yang menggunakan peralatan berbahaya wajib mengenakan perlengkapan standar keamanan seperti masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung.
  • Dokumentasi Teknik: Peserta harus menjelaskan teknik yang digunakan, termasuk cara kerja mekanik atau penggeraknya, di dalam video presentasi berdurasi maksimal 5 menit yang dikirimkan kepada juri.

Berdasarkan tabel kriteria penilaian dalam petunjuk pelaksanaan lomba Kriya SD FLS3N 2026, bobot penilaian untuk aspek estetika dan kreativitas adalah sebagai berikut:

  • Aspek Estetika (30%): Kriteria penilaiannya adalah karya harus memiliki karakter dan keindahan bentuk,. Ini merupakan aspek dengan bobot penilaian tertinggi dalam lomba ini.
  • Aspek Kreativitas (25%): Kriteria penilaiannya adalah karya harus memiliki daya tarik khusus atau keunikan,.

Kedua aspek ini jika digabungkan mencakup 55% dari total seluruh penilaian. Selain kedua aspek tersebut, penilaian juga mencakup aspek kerapihan (25%), kualitas material (10%), dan aspek fungsional (10%),.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel