rangkuman seni rupa kelas 6 bab 3 sub a
Bab III: Ideku, Gagasanku
Inti bab: Peserta didik menyalurkan ide dan perasaan menjadi karya seni rupa tiga dimensi berupa diorama, mengikuti tahapan berkarya yang terstruktur dengan bahan dari lingkungan sekitar, lalu merefleksikan prosesnya memakai kosakata seni rupa. Bab ini menerapkan konsep unsur dan prinsip rupa dari bab sebelumnya, yang tadinya di bidang dua dimensi, ke bentuk tiga dimensi.
Tujuan pembelajaran
- Mengekspresikan gagasan dan perasaan secara kreatif dan orisinal lewat prosedur berkarya, dengan alat dan bahan dari lingkungan sekitar berdasarkan pengamatan dan imajinasi.
- Merefleksikan proses berkarya untuk memahami perkembangan diri dan meningkatkan kualitas karya berikutnya, dengan kosakata seni rupa yang sesuai.
Prasyarat: Memahami unsur rupa (garis, bentuk, ruang, warna, tekstur) dan perbedaan karya 2D dan 3D. Mampu membuat sketsa, menggambar, menggunting, menempel, dan menyusun bahan dengan rapi.
Peta materi (alur belajar): Konsep dasar unsur rupa dan karya 3D → Mengekspresikan gagasan → Memilih alat dan bahan → Menerapkan prosedur berkarya → Menciptakan diorama → Merefleksi dan mengomunikasikan.
Sub 1: Ide Besar dari Hal Kecil
Fase perancangan. Model: Inquiry Based Learning (IBL). Aktivitas 3.1 Ayo, Amati! (Karya 3D: Diorama) → 3.2 Ayo, Lakukan! (Tantangan Rancangan Karya Diorama) → 3.3 Ayo, Renungkan! (Apa yang Membuat Menarik?)
A. Alur inkuiri
- Orientasi: mengamati contoh diorama dari bahan alam dan bahan bekas, lalu mencatat hal yang menarik.
- Merumuskan pertanyaan: misalnya “Bentuk apa yang mewakili imajinasimu?” Pengamatan diubah menjadi pertanyaan (contoh: tempurung kelapa → “Apa yang bisa dibuat dari bentuk bundarnya?”). Ditulis di jurnal ide.
- Pengumpulan data: eksplorasi lingkungan dengan “peta eksplorasi” (kebun, halaman, tempat sampah bersih), mencatat warna, tekstur, dan kemungkinan penggunaan bahan, serta uji coba di ruang “eksperimen bahan”.
- Menafsirkan dan merancang: membuat dua sketsa, berdiskusi berpasangan, memilih satu, lalu menyusun lembar rancangan final.
- Kesimpulan: rancangan ditempel, teman memberi saran lewat post-it, lalu peserta didik merefleksikan rancangannya.
B. Pengertian diorama
- Miniatur tiga dimensi yang menggambarkan adegan atau peristiwa, nyata maupun imajinatif, dalam ruang terbatas.
- Memadukan bentuk, ruang, warna, tekstur, dan komposisi.
- Digunakan di pendidikan, museum, teater boneka, dan desain arsitektur.
C. Tahap merancang diorama
- Menentukan gagasan atau tema. Sumbernya: pengalaman pribadi, cerita atau dongeng, tema lingkungan, atau imajinasi bebas. Gagasan dirumuskan dalam kalimat singkat atau cerita pendek.
- Membuat sketsa rancangan. Memetakan komposisi, posisi, sudut pandang, dan proporsi. Penempatan foreground, middleground, dan background menciptakan kesan kedalaman.
- Menyusun daftar alat dan bahan. Contohnya kardus, kertas, koran bekas, ranting, batu kecil, biji-bijian, lem, cat, gunting atau cutter. Pemilihan mempertimbangkan fungsi, keamanan, dan keterjangkauan.
D. Hal pendukung: diferensiasi (sketsa manual, mood board, perangkat digital sederhana, atau storyboard dengan anotasi), K3 eksplorasi (lokasi aman, alas kaki, hindari benda tajam, kotor, atau berjamur, cuci tangan), miskonsepsi (rancangan harus langsung sempurna, merancang hanya menggambar bentuk akhir), kegiatan alternatif (mood board dari bahan bekas), dan asesmen formatif berupa observasi dengan pertanyaan pemantik. Penilaian menitikberatkan pada keaslian gagasan dan penerapan prosedur, bukan kesempurnaan visual.