rangkuman seni rupa kelas 6 bab 1 sub a
Bab I: Menemukan Keindahan di Sekitar Kita
Inti bab: Peserta didik belajar mengamati benda atau karya di sekitar, mengenali unsur rupa dan prinsip desain di dalamnya, lalu menyampaikan pendapat dengan kosakata seni rupa yang tepat.
Tujuan pembelajaran
- Menganalisis hubungan unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dengan prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) dalam membentuk komposisi visual.
- Menggunakan kosakata seni rupa yang tepat dalam mendeskripsikan karya dan menyusun ulasan tertulis sederhana.
Prasyarat: Peserta didik sudah menguasai titik, garis, bidang, dan bentuk, serta pengukuran sederhana (panjang, luas, jarak).
Sub 1: Menjelajah Keindahan di Sekitar Kita
Model: Discovery Learning. Aktivitas 1.1 Ayo, Amati! → 1.2 Tantangan Komposisi Seimbang → 1.3 Ayo, Renungkan!
A. Unsur rupa, bahan dasar sebuah karya:
- Garis: jejak yang ditinggalkan alat (lurus, lengkung, zig-zag, putus-putus). Memberi kesan gerak dan arah serta membentuk benda.
- Bidang: permukaan rata dua dimensi yang berbatas (segitiga, persegi, lingkaran).
- Bentuk: pengembangan bidang yang punya panjang, lebar, tinggi (volume). Bisa geometris (kubus, bola) atau organik (daun, manusia, hewan).
- Warna: kesan dari cahaya yang dipantulkan benda. Mewakili emosi (merah = semangat, kuning = ceria). Ada kegiatan mencampur warna dasar merah, kuning, biru.
- Tekstur: kesan permukaan (halus, kasar, licin, berbulu). Bisa nyata (dapat diraba) atau semu (tampak nyata tapi tidak dapat diraba, seperti pada lukisan).
B. Mengidentifikasi unsur rupa pada karya
- Contoh analisis lukisan pemandangan Raden Saleh (Merapi, Eruption by Day dan View of Dieng Plateau): garis pada pohon dan jalan, bidang langit dan gunung yang tumpang tindih, warna biru-hijau yang damai, tekstur dedaunan yang kasar.
- Semua unsur disusun menjadi komposisi, yaitu susunan yang seimbang dan menyenangkan dilihat.
C. Prinsip desain
- Keseimbangan (agar karya tidak berat sebelah), terdiri dari 3 jenis:
- Simetris: sisi kiri dan kanan sama, contohnya wayang.
- Asimetris: ukuran objek berbeda tetapi tetap terasa seimbang, contohnya batu besar di kiri dan batu-batu kecil di kanan.
- Radial: menyebar dari satu titik pusat, contohnya bunga matahari.
- Penekanan (bagian yang paling menarik perhatian), dicapai lewat warna mencolok, ukuran besar, atau posisi di tengah.
D. Hal pendukung: diferensiasi (konten, proses, produk), K3 saat observasi lingkungan, miskonsepsi (unsur dianggap berdiri sendiri, keseimbangan dianggap hanya simetris), kegiatan alternatif, dan rubrik asesmen formatif (skor total 20).