-->

rangkuman pendidikan pancasila kelas 6 bab 2 sub a

 

Rangkuman BAB 2 Materi Sub Bab A

Mengamalkan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

(Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI, Bab 2)

1. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa

Tiga Kedudukan Pancasila

a. Pancasila sebagai Dasar Negara

  • Tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat.
  • Menjadi landasan dalam kehidupan bernegara.
  • Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum negara. Jadi, peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
  • Pemerintah juga tidak boleh bertentangan dengan Pancasila saat menjalankan pemerintahan.

b. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

  • Menjadi pedoman masyarakat dalam berperilaku dan bersikap sehari-hari.
  • Pedoman itu didasarkan pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

c. Pancasila sebagai Ideologi Negara

  • Ideologi adalah cita-cita atau landasan yang dimiliki suatu bangsa.
  • Nilai-nilai Pancasila menjadi cita-cita bagi penyelenggaraan negara, yaitu kehidupan yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan.
  • Nilai-nilai ini berasal dari jiwa bangsa Indonesia sejak sebelum merdeka, lalu dimusyawarahkan dalam sidang BPUPK dan disepakati dalam sidang PPKI.

Pancasila tidak hanya dibaca saat upacara bendera atau dipasang di dinding kelas. Pancasila harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga negara.

Pengamalan Kelima Sila Pancasila

a. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Pemerintah mengakui enam agama: Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Khonghucu. Ada juga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Setiap warga negara berhak beragama sesuai keyakinannya dan wajib menjalankan kewajiban agamanya.
  • Contoh pengamalan:
    1. Berdoa sebelum memulai aktivitas di mana pun dan kapan pun.
    2. Disiplin beribadah sesuai keyakinan agamanya.
    3. Meyakini agama yang dianut paling benar, tetapi tidak merendahkan atau menyalahkan teman yang berbeda agama.
  • Manfaatnya: hidup menjadi rukun dan damai. Contohnya, saat suatu umat memperingati hari besar agama, pemerintah menetapkan hari libur nasional. Teman yang merayakan bisa beribadah dengan tenang, sedangkan yang lain bisa menikmati liburan.

b. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan dan tolong-menolong. Kita tidak bisa hidup sendirian.
  • Tuhan menciptakan manusia untuk saling membantu, menyayangi, dan mengasihi.
  • Contoh pengamalan:
    1. Berteman dengan semua teman tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
    2. Saling mencintai sesama manusia.
  • Perundungan (bullying) tidak sesuai dengan sila kedua. Kita perlu mencegahnya dan tidak ikut melakukannya.

c. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

  • Jumlah penduduk Indonesia menurut sensus BPS tahun 2023 sebanyak 275,77 juta jiwa. Mereka tinggal di ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote, dengan beragam suku, bahasa, agama, dan adat.
  • Terdapat 718 bahasa daerah (penelitian Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, 1991 sampai 2019).
  • Bahasa Indonesia menjadi alat penghubung antarmasyarakat, antardaerah, dan antarbudaya.
  • Sumpah Pemuda 1928: pemuda Indonesia berjanji bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
  • Lagu "Dari Sabang sampai Merauke" (ciptaan R. Soerardjo) menggambarkan pulau-pulau yang menyatu menjadi Indonesia.
  • Contoh pengamalan:
    1. Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
    2. Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
    3. Tidak membeda-bedakan asal suku dan bahasa daerah dalam berteman.

d. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Masalah bersama diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat berdasarkan rasa kekeluargaan.
  • Musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan negara. Contohnya, membagi tugas sebelum mengerjakan tugas kelompok.
  • Contoh pengamalan:
    1. Menghargai perbedaan pendapat dan menyelesaikannya dengan musyawarah mufakat yang dijiwai semangat kekeluargaan.
    2. Menerima dengan ikhlas ketika pendapat tidak diterima sebagai keputusan musyawarah.
    3. Menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah dengan penuh tanggung jawab.

e. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Lambang sila kelima adalah padi dan kapas. Padi adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia dan kapas adalah bahan kain/pakaian.
  • Maknanya: tujuan bangsa Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
  • Contoh pengamalan oleh siswa:
    1. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
    2. Menghormati hak dan kewajiban orang lain.
    3. Hemat, suka menabung, dan tidak bergaya hidup mewah.

2. Pengamalan Pancasila oleh Siswa

Bagian ini berisi kegiatan belajar (Tugas 1 sampai 5) yang melatih siswa mengamalkan Pancasila.

Tugas Sila Isi Kegiatan
Tugas 1 Sila 1 Menyimak video tentang toleransi beragama, berdiskusi dalam kelompok 4-5 siswa, lalu menilai sikap diri sendiri pada tabel (misalnya berdoa sebelum belajar, menghormati teman yang sedang beribadah, membantu tetangga yang berbeda agama)
Tugas 2 Sila 2 Menyimak berita siswa MI di Blitar yang menggalang dana untuk korban gempa bumi Cianjur (menyisihkan uang saku dan berdoa bersama), serta video tentang perundungan
Tugas 3 Sila 3 Menyimak video tentang nasionalisme dan komik tentang berita hoaks: hoaks dapat memecah persatuan bangsa, jadi cek kebenaran informasi sebelum membagikannya
Tugas 4 Sila 4 Menceritakan pengalaman pemilihan ketua kelas dan bersikap menerima hasilnya, termasuk jika calon yang dipilih tidak terpilih
Tugas 5 Gotong royong Menyimak video tentang gotong royong dan menanggapinya dalam bentuk cerita, komik, puisi, atau pantun

Pelajaran penting dari kegiatan tersebut:

  • Berita gempa Cianjur menunjukkan sikap peduli dan tolong-menolong (sila kedua), meskipun bantuannya sedikit.
  • Hoaks bisa memecah belah bangsa, jadi kita harus bijak bermedia (sila ketiga).
  • Sikap menerima hasil pemilihan ketua kelas adalah wujud pengamalan musyawarah (sila keempat).

Ringkasan Singkat

Sila Kata Kunci Contoh Sikap
1. Ketuhanan Yang Maha Esa Taat dan toleran Berdoa, beribadah, menghormati teman beda agama
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Peduli sesama Tidak membeda-bedakan teman, tidak merundung, tolong-menolong
3. Persatuan Indonesia Bersatu dalam keberagaman Berbahasa Indonesia yang baik, mengutamakan kepentingan umum
4. Kerakyatan... Permusyawaratan/Perwakilan Musyawarah mufakat Menghargai pendapat, menerima keputusan dengan ikhlas
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Adil dan makmur Seimbang hak dan kewajiban, hemat, suka menabung


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel