rangkuman pendidikan pancasila kelas 6 bab 1 sub b
Rangkuman Materi Pancasila Kelas VI
Sub Bab B. Belajar Mengamalkan Pancasila
Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan: berakhlak mulia dan bergotong royong
1. Membuat Program Pribadi (Ayo, Menulis)
a. Mengapa membuat program pribadi?
Setelah melakukan wawancara dengan narasumber dan berdiskusi dengan teman-teman tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila di masyarakat, kita diminta mencermati sikap kita sehari-hari. Dari sikap-sikap itu, kita memilih sikap apa yang ingin diperbaiki dan ditingkatkan.
b. Cara membuat program
Tulislah kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan praktik pengamalan Pancasila di tiga lingkungan:
| Lingkungan | Yang ditulis |
|---|---|
| Di rumah | Kegiatan yang akan saya lakukan di rumah |
| Di lingkungan sekolah | Kegiatan yang akan saya lakukan di sekolah |
| Di lingkungan masyarakat | Kegiatan yang akan saya lakukan di masyarakat |
Bagan ini bernama "Program Saya Meningkatkan Praktik Pengamalan Pancasila". Salinlah bagan tersebut di buku tulis, lalu lengkapi.
2. Menulis Surat untuk Orang Tua atau Wali
- Menyampaikan perasaan atau pikiran secara tertulis kepada orang tua atau wali sangat berarti bagi mereka.
- Surat ditujukan kepada orang tua atau wali.
- Isi surat:
- Menyatakan bahwa kita sangat memperhatikan nasihat mereka.
- Menuliskan salah satu nasihat mereka yang selalu kita ingat.
3. Tidak Membeda-Bedakan Teman (Ayo, Menemukan)
a. Tokoh dalam cerita
Bonar, Memey, Pigey, Sedi, dan Indi adalah siswa kelas VI SD Persahabatan. Mereka satu sekolah dan sudah lama bertetangga, kecuali Pigey. Keluarga Pigey baru pindah dan menjadi tetangga ketika mereka duduk di kelas IV.
b. Alur cerita
- Pagi hari, mereka berdiskusi tentang proyek bersama dan memutuskan membuat ekoenzim. Mereka sepakat akan membeli barang-barang plastik bekas untuk wadah ekoenzim di lapak Pak Rahmat, pengepul barang bekas.
- Sore harinya mereka bersepeda ke rumah Pak Rahmat. Sebelumnya, mereka menjemput Pigey yang rumahnya searah dengan rumah Pak Rahmat.
- Tiba-tiba Sedi mengerem sepedanya dan berbalik arah. Keempat temannya ikut berbalik dan memintanya berhenti.
- Sedi ternyata melihat Susan, adik Pigey, menggendong anjing. Sedi mengaku tidak suka anjing, sementara teman-temannya menertawakan dan menganggapnya takut.
- Teman-temannya mengingatkan bahwa rencana yang sudah disepakati tidak boleh gagal. Mereka juga mengatakan bahwa tanpa Pigey, mereka kurang tenaga dan ide.
- Sedi sempat mengusulkan agar ia dan Pigey menjadi satu kelompok, sedangkan yang lain satu kelompok, tetapi usul ini ditolak karena bukan ide yang baik.
- Salah satu teman mengajak mencoba ke sana dulu dan memperhatikan: apakah anak yang punya anjing berbeda dengan anak yang tidak punya anjing?
- Memey menegaskan bahwa mereka tidak bekerja sama dengan anjing, tetapi dengan Pigey. Akhirnya Sedi mau mengerti dan mereka berempat menuju rumah Pigey.
- Pigey sudah menunggu di depan rumahnya. Teman-temannya menjelaskan bahwa tadi ada yang kelupaan.
c. Pesan moral dan pelajaran
- Kita tidak boleh membeda-bedakan teman karena keadaan keluarganya, hal yang ia miliki, atau hal lain yang tidak ia pilih sendiri.
- Menepati kesepakatan adalah sikap yang harus dijaga.
- Kita perlu mengutamakan kepentingan bersama di atas perasaan pribadi.
- Kerja sama harus dilakukan dengan semua orang dari berbagai latar belakang (gotong royong).
- Teman yang berbeda tetap bagian dari kelompok. Tanpa Pigey, kelompok kekurangan tenaga dan ide.
d. Hubungan cerita dengan sila-sila Pancasila
| Sikap dalam cerita | Sila yang diamalkan |
|---|---|
| Menghargai Pigey sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan | Sila ke-1 dan ke-2 |
| Tidak membeda-bedakan teman dan tidak mengucilkan Pigey | Sila ke-2 dan ke-5 |
| Tetap bersatu dalam kelompok dan menjaga kesepakatan | Sila ke-3 |
| Berdiskusi, bersepakat, dan mencari jalan keluar bersama | Sila ke-4 |
| Memberi kesempatan yang sama bagi Pigey untuk ikut proyek | Sila ke-5 |
4. Ayo, Menyimpulkan
Pertanyaan penguatan yang perlu dijawab:
- Uraikan pemahaman tentang bacaan "Nilai-Nilai Pancasila sebagai Kebaikan yang Saling Berhubungan".
- Sebutkan satu per satu langkah melakukan wawancara.
- Sebutkan keteladanan yang didapat dari kegiatan para narasumber.
- Buatlah ringkasan cerita "Ayo, Menemukan" dengan bahasa Indonesia yang baik.
5. Ayo, Kamu Bisa (Latihan)
Pokok-pokok yang dilatihkan:
- Orang yang menghayati sila ke-1 pasti memiliki kasih sayang kepada sesama manusia.
- Tindakan yang mencerminkan pengamalan Pancasila, bila dilakukan terus-menerus, dapat menginspirasi orang lain dan masyarakat.
- Sedi setuju dengan Bonar karena sadar bahwa yang penting adalah kerja sama dengan Pigey, bukan dengan anjingnya.
- Sedi berbalik menuju rumah Pigey karena ada hal yang lebih penting daripada perasaannya sendiri, yaitu kepentingan bersama dan menepati kesepakatan.
- Agar mampu bergotong royong dengan semua orang, dibutuhkan sikap saling menghargai, terbuka, mau memahami, dan tidak membeda-bedakan.
Pasangan pernyataan dan sila (Latihan B):
| Pernyataan | Jawaban |
|---|---|
| Menghayati sila ini menjaga kesanggupan bergotong royong demi kebaikan bersama | c. Persatuan Indonesia |
| Jujur, disiplin, membantu dengan ikhlas karena yakin Tuhan membalas kebaikan | d. Ketuhanan Yang Maha Esa |
| Sila-sila Pancasila saling meneguhkan | e. Sebagai satu kesatuan yang utuh |
| Membeli barang dalam negeri meningkatkan pemerataan ekonomi | b. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia |
| Merasa paling benar dan memaksakan pendapat bertentangan dengan sila ini | a. Sila keempat Pancasila |
6. Pengayaan dan Renungan
Pengayaan
Bagi siswa yang sudah lancar dan berminat, dapat:
- membaca dan menyarikan bacaan tentang pengamalan Pancasila dalam kehidupan modern, atau
- membuat karangan tentang cara menghadapi tantangan mengamalkan Pancasila di kalangan anak-anak dan remaja milenial.
Ayo, Merenungkan (refleksi diri)
Refleksi tentang karakter gotong royong. Beri tanda centang (√) jika sudah baik, atau silang (×) jika masih perlu diperbaiki. Sikap yang direnungkan:
- Segera meletakkan ponsel dan mendengarkan dengan baik saat orang tua, guru, atau orang berjasa memberi nasihat.
- Tidak memotong pembicaraan orang lain. Jika mendesak, meminta izin, meminta maaf, mengucap "permisi", atau mengangkat tangan.
- Sabar mengajak teman untuk mau bekerja sama.
- Menghargai teman, keluarga, dan orang sekitar dari tema "Sila-Sila dalam Pancasila sebagai Kesatuan Utuh".
- Belajar bersikap adil kepada keluarga dan teman-teman.
Ringkasan Singkat
- Program pribadi disusun untuk memperbaiki pengamalan Pancasila di rumah, sekolah, dan masyarakat.
- Surat untuk orang tua/wali berisi pernyataan memperhatikan nasihat mereka dan satu nasihat yang selalu diingat.
- Dari kisah Sedi, Pigey, dan teman-temannya kita belajar untuk tidak membeda-bedakan teman, menepati kesepakatan, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas perasaan pribadi.
- Gotong royong dengan semua orang membutuhkan sikap saling menghargai, sabar, adil, dan mau mendengarkan.
- Refleksi diri membantu kita menilai sikap mana yang sudah baik dan mana yang masih perlu diperbaiki.
Catatan: Beberapa bagian di buku berupa tugas yang jawabannya diisi sendiri oleh siswa (misalnya isi program pribadi dan surat). Pada bagian "Ayo, Kamu Bisa", poin jawaban saya tuliskan sebagai pedoman berdasarkan isi cerita dan bacaan, sehingga guru dapat menyesuaikannya.
Kalau Anda mau, rangkuman Sub Bab A dan B ini bisa saya gabungkan dalam satu file Word atau PDF agar siap dicetak.