rangkuman pendidikan pancasila kelas 6 bab 1 sub A
Rangkuman Materi Pancasila Kelas VI
Sub Bab A. Hubungan Nilai-Nilai Pancasila dalam Praktik Hidup Sehari-hari
Kata kunci: keterhubungan, sila-sila Pancasila, praktik, kehidupan sehari-hari
1. Nilai-Nilai Pancasila sebagai Kebaikan yang Saling Berhubungan
a. Mengapa orang mau berbuat baik?
Di sekitar kita banyak orang yang berbuat baik dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih (tanpa mengharapkan imbalan). Contohnya:
- Orang tua bekerja keras menafkahi keluarga, mengasuh anak, dan menjaga kesehatan keluarga.
- Orang tua mencari penghasilan tambahan agar bisa memberi hadiah atau mengajak anak bertamasya.
- Tetangga membantu tetangga lain dengan sungguh-sungguh.
Mereka mau repot dan berkorban karena yakin bahwa kebaikan yang dilakukan akan berakibat baik bagi banyak orang. Keyakinan inilah yang disebut nilai-nilai. Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting dan berharga.
b. Kelima sila Pancasila
| Sila | Bunyi |
|---|---|
| Sila ke-1 | Ketuhanan Yang Maha Esa |
| Sila ke-2 | Kemanusiaan yang Adil dan Beradab |
| Sila ke-3 | Persatuan Indonesia |
| Sila ke-4 | Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan |
| Sila ke-5 | Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia |
Kita sering mendengar pembacaan teks Pancasila saat upacara bendera hari Senin. Jika didengarkan dengan saksama, kita akan hafal sila-silanya. Orang yang selalu mengingat sila-sila Pancasila akan memiliki dorongan untuk berbuat kebaikan bagi banyak orang.
c. Kelima sila saling terkait
- Lima sila Pancasila saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri.
- Jika salah satu sila dihilangkan, hilanglah makna kesatuan yang terkandung dalam Pancasila.
- Saat mengamalkan Pancasila, kita tidak boleh menganggap satu sila lebih penting daripada sila lain, karena kelimanya adalah satu kesatuan yang bulat dan padu.
Mohammad Hatta, salah seorang perumus Pancasila, menyatakan bahwa kelima sila adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara kelima asas itu erat sekali, berkait-kaitan, berangkaian, dan tidak berdiri sendiri.
d. Hubungan antarsila
Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
- Menjadi dasar yang memimpin atau menjiwai keempat sila lainnya.
- Bangsa Indonesia percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Penganut agama Hindu, Buddha, Kristiani, Islam, Khonghucu, maupun Kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa menjalankan keyakinannya sesuai ajaran masing-masing.
- Pengamalannya tidak hanya saling menghormati agama dan kepercayaan, tetapi juga menjadi dasar untuk:
- menjunjung tinggi nilai kemanusiaan (sila ke-2),
- membangun persatuan dan kedamaian serta menghargai perbedaan (sila ke-3),
- menyejahterakan kehidupan bersama (sila ke-5).
- Sebaliknya, mengamalkan sila ke-2 sampai ke-5 adalah bentuk keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
- Kemuliaan manusia bergantung pada perkataan dan perbuatannya kepada sesama dan alam.
- Memuliakan orang lain berarti memuliakan diri sendiri. Merendahkan orang lain berarti merendahkan diri sendiri sebagai manusia.
- Orang yang senantiasa berbuat baik dapat berbuat adil kepada diri sendiri maupun orang lain.
- Kita harus menghormati pihak lain, baik manusia maupun alam semesta, dengan tulus dan rendah hati. Itu bukti menjunjung adab, sopan santun, atau akhlak terpuji.
Sila ke-3 (Persatuan Indonesia)
- Jika semua orang menjaga adab dan sopan santun, hubungan antarindividu dan antarkelompok menjadi harmonis, sehingga kerukunan dan persatuan terjaga.
- Sila ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang majemuk (beragam).
- Peribahasa: "Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing". Artinya, kita menjaga kebersamaan dan persatuan dalam keadaan senang maupun sulit.
- Tanpa adab, persatuan mudah pecah dan masalah sulit diselesaikan.
- Persatuan adalah modal untuk mencapai kemajuan. Tanpa persatuan di keluarga, sekolah, dan masyarakat, kemajuan bersama sulit tercapai.
Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)
- Salah satu cara menyelesaikan masalah atau merencanakan kegiatan bersama adalah dengan musyawarah.
- Agar musyawarah lancar dan bermanfaat, semua peserta harus saling menghormati dan mengutamakan hikmah (kebijaksanaan).
- Para perumus Pancasila menempatkan pentingnya musyawarah untuk menjaga persatuan dan kemajuan bersama pada sila ke-4.
Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
- Kemajuan keluarga, sekolah, atau masyarakat bernilai baik jika semua warganya merasakan keadilan.
- Para pendiri bangsa menghendaki semua warga dan kelompok mendapat kesempatan yang sama untuk hidup aman, damai, sejahtera, dan maju bersama.
- Tidak boleh ada warga yang dibedakan, disingkirkan, atau diperlakukan tidak adil.
e. Kesimpulan
Seluruh sila dalam Pancasila saling berhubungan dan saling menguatkan. Sebagai anak bangsa, kita belajar membiasakan diri mengamalkan seluruh sila dalam kehidupan sehari-hari.
f. Tugas 1: Contoh sikap hubungan antarsila
Tugas ini meminta kalian menyebutkan contoh sikap yang menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa mendorong pelajar untuk:
- menghormati semua agama dan kepercayaan,
- bersikap baik kepada sesama di mana pun berada,
- menjaga persatuan dan kerukunan serta mencegah pertengkaran,
- menghormati perbedaan pendapat dan mengutamakan musyawarah,
- bersikap adil dan tidak membeda-bedakan teman.
2. Pengamalan Pancasila dalam Masyarakat
a. Pancasila ada dalam kehidupan sehari-hari
Contoh kegiatan sehari-hari yang melibatkan orang lain:
- Ayah, ibu, saudara, dan tetangga saling membantu menyelesaikan pekerjaan.
- Warga bergotong royong membersihkan lingkungan tanpa meminta imbalan.
- Relawan membantu korban bencana dengan tenaga dan kasih sayang.
- Umat beragama rajin beribadah dan berbuat baik kepada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Mereka mau melakukan pekerjaan berat tanpa imbalan karena yakin dengan akibat baiknya dan karena keimanan kepada Tuhan yang mengajarkan berbuat baik kepada semua makhluk.
b. Pancasila digali dari kehidupan bangsa
Ir. Sukarno, dalam pidatonya di sidang BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan), menyampaikan bahwa "Pancasila digali dari praktik hidup bangsa Indonesia". Artinya, dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak pembelajaran tentang Pancasila. Aktivitas sehari-hari bisa menjadi sumber belajar jika kita mau mencermati dan mempelajarinya.
c. Kegiatan wawancara tentang praktik baik di masyarakat
Langkah-langkah kegiatan (berdasarkan lembar kerja di buku):
- Menentukan narasumber. Berdiskusi dengan teman atau orang tua untuk memilih tokoh masyarakat yang akan diwawancarai. Ingat kegiatan mereka, temukan alasan memilih mereka, lalu catat nama dan kegiatannya.
- Mencatat tempat dan waktu wawancara.
- Melakukan wawancara kepada narasumber.
- Menuliskan hasil wawancara, yaitu:
- hal-hal menarik yang didapat dari wawancara,
- bukti bahwa narasumber telah mengamalkan nilai Pancasila dan sila yang diamalkan,
- keterkaitan tindakan narasumber dengan pengamalan sila yang lain.
- Presentasi dan diskusi (Tugas 2). Secara bergantian, presentasikan isi lembar kerja di depan kelas dan diskusikan hal-hal yang menarik atau ingin ditanyakan, dengan dipandu guru.
- Mengisi tabel hasil diskusi (Tugas 3). Menyimak presentasi semua kelompok, lalu mencatat hal-hal penting dan pelajaran yang didapat.
d. Kisah Anisa: satu sila terhubung dengan sila lain
Ceritanya: Anisa, siswa kelas VI SD Persahabatan, pernah sakit polio sehingga salah satu kakinya tidak tumbuh sempurna. Dewita tidak mau bermain atau satu kelompok belajar dengan Anisa. Dewita heran melihat Memey dan Manda yang akrab dengan Anisa, lalu bertanya alasannya.
Penjelasan Manda dan Memey:
| Yang dikatakan | Sila yang diamalkan |
|---|---|
| Semua manusia adalah ciptaan Tuhan. Menghormati dan menyayangi semua ciptaan Tuhan berarti menghormati Sang Pencipta. | Sila ke-1 |
| Menghormati teman sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan membuat kelas kompak dan tidak ada yang tersingkirkan. | Sila ke-2 |
| Dengan menjaga kekompakan, kita bisa bekerja sama dengan siapa pun dan melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. | Sila ke-3 |
| Dengan menghormati orang lain, kita dapat bermusyawarah dan bekerja sama dengan siapa pun. | Sila ke-4 |
| Kita tidak membiarkan orang yang kesulitan sendirian. Bersikap adil berarti mengamalkan sila ke-5. | Sila ke-5 |
Pelajaran: Mengamalkan satu sila akan memudahkan kita mengamalkan sila-sila yang lain.
Ringkasan Singkat
- Nilai adalah keyakinan bahwa kebaikan yang dilakukan berakibat baik bagi banyak orang.
- Lima sila Pancasila saling terkait, saling menguatkan, dan tidak dapat dipisahkan (kata Mohammad Hatta: erat sekali, berkait-kaitan, berangkaian, tidak berdiri sendiri).
- Sila ke-1 menjiwai sila ke-2 sampai ke-5, dan pengamalan sila ke-2 sampai ke-5 adalah wujud keimanan kepada Tuhan.
- Adab dan sopan santun menjaga hubungan harmonis, sehingga persatuan terjaga ("Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing").
- Musyawarah (sila ke-4) dan keadilan (sila ke-5) membuat kemajuan bersama dapat dirasakan semua orang.
- Pancasila digali dari praktik hidup bangsa Indonesia (Ir. Sukarno), sehingga kita bisa belajar Pancasila dari kehidupan sehari-hari di sekitar kita, misalnya lewat wawancara.