-->

Struktur Jadwal Mata Pelajaran Jenjang Sekolah Dasar (Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025)



Kurikulum Merdeka mengatur pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) tiap fase. Hal ini memberi ruang bagi guru untuk berkreasi menyusun strategi pembelajaran sesuai dengan konteks sekolah dan karakteristik murid.

Dalam Kurikulum Merdeka, fase belajar di SD dibagi menjadi tiga: 

  1. Fase A (kelas 1–2)
  2. Fase B (kelas 3–4)
  3. Fase C (kelas 5–6)

Jadwal di jenjang SD tetap mencakup mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), Pendidikan Pancasila, serta Pendidikan Agama. Namun pendekatannya bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan membangun pemahaman bermakna dan mendalam yang melatih nalar kritis dan refleksi murid atas fenomena nyata.

Kurikulum Merdeka memberikan perhatian khusus pada literasi dan numerasi sebagai fondasi utama belajar. Jadwal pelajaran disusun agar murid memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir logis numerik dalam berbagai konteks mata pelajaran. Literasi dan numerasi tidak berdiri sendiri, tetapi diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lainnya.

IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan bentuk integrasi antar-disiplin ilmu yang relevan dan kontekstual. Mata pelajaran ini dirancang untuk mendorong murid mengeksplorasi lingkungan sekitar, melakukan observasi, dan membangun pengetahuan berbasis pengalaman nyata. Dalam struktur jadwal, waktu belajar IPAS diperkuat dengan kegiatan eksploratif berbasis proyek.

Dalam praktiknya, kegiatan belajar dirancang untuk mengaktifkan murid sebagai subjek pembelajaran. Prinsip Pembelajaran Mendalam yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan diwujudkan melalui eksplorasi topik kontekstual yang relevan dengan kehidupan mereka. Melalui integrasi 8 dimensi profil lulusan ke dalam pembelajaran reguler, murid diajak untuk memahami konsep secara utuh, mengaplikasikannya dalam tindakan nyata, serta merefleksikan proses dan hasil belajarnya. Inilah fondasi dari transformasi pendidikan: membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter, kompetensi, dan kepedulian sosial.

Mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila tetap hadir sebagai pilar pembentukan karakter. Jadwal mata pelajaran ini tidak hanya berisi hafalan nilai atau norma, tetapi digunakan untuk mengajak murid berdialog, merefleksi, dan menerapkan nilai-nilai kehidupan dalam keseharian—sejalan dengan pembelajaran yang berkesadaran dan menggembirakan.

Kurikulum Merdeka juga memberikan ruang yang cukup pada pembelajaran seni, budaya lokal, dan pendidikan jasmani. Jadwal pelajaran menyertakan sesi yang mendorong kreativitas, ekspresi diri, dan kebugaran jasmani murid. 

Pada saat Permendikdasmen no 13 Tahun 2025 mulai berlaku, mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial diselenggarakan Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah mulai tahun ajaran 2025-2026 secara bertahap.

Waktu belajar juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemanfaatan teknologi, seperti eksplorasi materi digital, belajar melalui platform LMS, atau pembuatan media kreatif. Jadwal pelajaran dapat disesuaikan dengan integrasi digital ini, khususnya untuk mendukung pengalaman belajar yang bermakna dan mendalam.

Dengan semangat pembelajaran mendalam, jadwal tidak harus kaku dan linier. Guru memiliki ruang kolaboratif dalam mengatur waktu, mengintegrasikan mata pelajaran, serta merancang kegiatan pembelajaran yang berfokus pada pengalaman belajar. Jadwal mingguan dapat diisi dengan kombinasi belajar di kelas, proyek lintas pelajaran, eksplorasi lapangan, hingga refleksi pembelajaran. Inilah bentuk nyata fleksibilitas yang menjadikan jadwal sebagai alat pendukung, bukan penghambat proses belajar.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel