Matahari sebagai Pusat Tata Surya dan Mengenal Bulan dalam Tata Surya – Materi IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Pernahkah kamu bangun pagi dan merasakan hangatnya sinar Matahari? Tanpa kita sadari, setiap hari Matahari memberikan energi yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam Bab 1 IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka, kita mempelajari tentang Matahari sebagai pusat tata surya serta mengenal Bulan dalam tata surya.
Tata surya adalah sistem yang terdiri atas Matahari dan benda-benda langit yang mengelilinginya. Matahari disebut sebagai pusat tata surya karena memiliki massa yang paling besar dibandingkan benda langit lainnya. Massa yang besar ini menghasilkan gaya gravitasi yang kuat sehingga planet-planet tetap berada pada jalurnya atau orbitnya masing-masing.
![]()
Matahari merupakan bintang yang dapat memancarkan cahaya dan panasnya sendiri. Energi Matahari berasal dari reaksi fusi nuklir di bagian inti. Energi inilah yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Tumbuhan menggunakan cahaya Matahari untuk melakukan fotosintesis. Manusia dan hewan bergantung pada hasil fotosintesis tersebut sebagai sumber makanan. Selain itu, panas Matahari membantu menjaga suhu Bumi agar tetap stabil dan layak dihuni.
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari. Letaknya yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh membuat suhu Bumi sesuai untuk kehidupan. Jika Bumi terlalu dekat dengan Matahari, air akan menguap dan suhu menjadi sangat panas. Jika terlalu jauh, Bumi akan membeku.

Sekarang kita mengenal Bulan. Bulan adalah satelit alami Bumi. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet. Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan yang terlihat pada malam hari sebenarnya adalah pantulan cahaya Matahari.



Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu sekitar 29,5 hari. Pergerakan ini menyebabkan terjadinya fase-fase Bulan, seperti bulan sabit, setengah, dan purnama. Perubahan fase ini sering kita lihat dari Bumi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, misalnya dalam penanggalan.
Bulan juga memiliki peran penting bagi Bumi. Gaya gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut air laut. Ketika Bulan berada lebih dekat pada suatu wilayah, air laut akan tertarik sehingga terjadi pasang. Sebaliknya, ketika pengaruh gravitasinya melemah, terjadi surut. Selain itu, Bulan membantu menjaga kestabilan kemiringan sumbu Bumi sehingga perubahan iklim tidak terlalu ekstrem.
Permukaan Bulan dipenuhi kawah akibat benturan meteoroid. Bulan tidak memiliki atmosfer seperti Bumi sehingga tidak ada udara dan tidak ada cuaca. Suhu di Bulan bisa sangat panas pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari.
Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa Matahari adalah pusat tata surya karena gaya gravitasinya dan perannya sebagai sumber energi utama. Siswa juga mampu menjelaskan kedudukan Bulan sebagai satelit alami Bumi serta perannya terhadap kehidupan, seperti fase Bulan dan pasang surut air laut.
Lembar Kerja Siswa
A. Diskusi Kelompok
Mengapa planet-planet tidak keluar dari jalurnya saat mengelilingi Matahari? Jelaskan menggunakan konsep gravitasi.
Bagaimana hubungan energi Matahari dengan kelangsungan hidup makhluk hidup di Bumi?
Mengapa Bulan tampak berubah bentuk setiap malam?
Apa hubungan antara Bulan dan peristiwa pasang surut air laut?
B. Tugas Individu
Gambarlah tata surya secara sederhana dengan Matahari sebagai pusat. Tandai posisi Bumi dan gambarkan Bulan yang mengelilingi Bumi. Berikan keterangan singkat pada setiap bagian.
Soal Evaluasi Isian Singkat
Matahari disebut pusat tata surya karena memiliki gaya ______ terbesar.
Energi Matahari dihasilkan dari reaksi ______ di inti Matahari.
Bulan merupakan ______ alami Bumi.
Cahaya Bulan berasal dari pantulan cahaya ______.
Pasang surut air laut terjadi karena pengaruh gaya gravitasi ______.
Kunci Jawaban
gravitasi
fusi nuklir
satelit
Matahari
Bulan
