Cara Membuat Prompt AI yang Efektif dengan Formula ODAF: Dari Bad Prompt hingga Great Prompt
Gambar ini menjelaskan salah satu konsep paling penting dalam Prompt Engineering, yaitu bagaimana cara mengubah prompt yang terlalu umum menjadi prompt yang sangat spesifik sehingga AI dapat menghasilkan output yang jauh lebih akurat, profesional, dan siap digunakan.
Konsep ini tidak hanya berlaku untuk marketing, tetapi juga dapat diterapkan oleh guru, dosen, content creator, blogger, programmer, bahkan pebisnis.
Jika diperhatikan, gambar tersebut membagi kualitas prompt menjadi tiga tingkatan.
1. Bad Prompt
Prompt
Write me some marketing content for my business.
Mengapa disebut Bad Prompt?
Prompt ini terlalu umum.
AI tidak mengetahui:
bisnis apa
target pembaca siapa
tujuan kontennya apa
gaya bahasa seperti apa
platform yang digunakan
panjang artikel
CTA yang diinginkan
Akibatnya AI hanya bisa menebak-nebak.
Output biasanya berupa tulisan generik yang hampir sama dengan ribuan pengguna lainnya.
Analisis
Prompt seperti ini sebenarnya sama seperti kita meminta seorang guru:
"Pak, buatkan soal."
Tetapi kita tidak menjelaskan:
kelas berapa
mata pelajaran apa
jumlah soal
tingkat kesulitan
kurikulum apa
Tentu hasilnya tidak akan maksimal.
2. Good Prompt
Prompt
Read the campaign files in my inbox folder.
Compare performance vs. last month and target KPIs for each channel.
Flag anything underperforming by more than 10% and write short commentary.
Save as a Word doc.
Mengapa lebih baik?
Pada prompt ini AI mulai diberikan tugas yang jelas.
AI mengetahui:
✔ sumber data
✔ pekerjaan yang harus dilakukan
✔ standar pembanding
✔ kondisi tertentu (>10%)
✔ bentuk output
Artinya AI tidak lagi menebak-nebak.
Ia hanya menjalankan instruksi.
Breakdown Prompt
Step 1
Read the campaign files in my inbox folder.
AI diminta membaca semua data terlebih dahulu.
Artinya konteks diberikan sebelum bekerja.
Step 2
Compare performance vs. last month.
AI diminta melakukan analisis.
Bukan sekadar merangkum.
Step 3
Compare with target KPIs.
AI memiliki tolok ukur.
Ini membuat hasil lebih objektif.
Step 4
Flag anything underperforming by more than 10%.
AI diberi aturan yang sangat spesifik.
Jika performa turun lebih dari 10%
↓
beri tanda.
Step 5
Write short commentary.
Tidak hanya angka.
AI juga diminta memberikan insight.
Step 6
Save as a Word doc.
Output akhirnya sudah ditentukan.
3. Great Prompt
Di sinilah prompt menjadi sangat profesional.
Prompt tidak hanya berisi tugas.
Tetapi juga berisi Role, Data, Action, hingga Format Output.
Inilah yang membuat AI bekerja seperti seorang karyawan profesional.
Prompt
I am a [Marketing Manager / CMO] at [company type].
Read the campaign reports in /Claude-Cowork/Inbox/.
For each marketing channel:
• Calculate performance vs. prior month (absolute and %)
• Calculate performance vs. target KPIs (absolute and %)
• Flag any metric more than 10% off target in bold
• Write 2–3 sentences of commentary in a confident CMO tone
Output:
Save as a formatted Word document to /Claude-Cowork/Outputs/.
Mengapa jauh lebih baik?
Prompt ini menjelaskan semuanya.
AI mengetahui:
✔ siapa dirinya
✔ data yang digunakan
✔ apa yang harus dihitung
✔ bagaimana menghitungnya
✔ kapan harus memberi tanda
✔ gaya bahasa
✔ format dokumen
✔ lokasi penyimpanan
Tidak ada ruang untuk asumsi.
Semakin sedikit AI menebak, semakin tinggi kualitas hasilnya.
Memahami Formula ODAF
Di sisi kanan gambar terdapat framework bernama ODAF Formula.
Framework ini sangat berguna ketika membuat prompt profesional.
O = Outcome
Outcome menjelaskan hasil akhir yang diinginkan.
Contoh:
Outcome:
Variance commentary Word doc
per department
Artinya AI tahu tujuan akhirnya adalah membuat laporan Word berisi analisis setiap departemen.
Tanpa Outcome, AI sering menghasilkan output yang berbeda dari harapan.
D = Data
Data menjelaskan sumber informasi.
Contoh:
Data:
Excel files in
/Claude-Cowork/Inbox/
AI diberitahu data berasal dari mana.
Semakin jelas sumber data, semakin sedikit kesalahan.
A = Action
Action menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan.
Contoh
Calculate variance
Flag >10%
Write commentary
Action adalah inti pekerjaan AI.
Biasanya berupa kata kerja seperti:
Analyze
Compare
Calculate
Summarize
Rewrite
Translate
Generate
Evaluate
Create
Review
F = Format
Format menjelaskan bentuk output.
Contoh
Variance Commentary
[Month]-[Year].docx
AI tidak perlu bertanya lagi.
Ia langsung menghasilkan format sesuai kebutuhan.
Mengapa Prompt yang Detail Menghasilkan Output Lebih Baik?
AI bekerja berdasarkan konteks.
Semakin lengkap konteks yang diberikan, semakin kecil kemungkinan AI salah memahami permintaan.
Prompt yang baik selalu menjawab beberapa pertanyaan berikut.
Siapa peran AI?
Apa tujuan akhirnya?
Data apa yang digunakan?
Apa yang harus dilakukan?
Bagaimana cara melakukannya?
Apa aturan atau batasannya?
Seperti apa format hasil akhirnya?
Jika semua pertanyaan tersebut terjawab, kualitas output AI akan meningkat secara signifikan.
Penerapan untuk Guru
Konsep ini sangat relevan dalam dunia pendidikan. Misalnya saat guru ingin membuat modul ajar.
Bad Prompt
Create a lesson plan.
AI tidak mengetahui jenjang kelas, mata pelajaran, kurikulum, maupun tujuan pembelajaran.
Good Prompt
Create a Grade 6 mathematics lesson plan about cubes and rectangular prisms using the Indonesian curriculum.
Include learning objectives, activities, assessment, and worksheet.
Great Prompt
You are an experienced Indonesian elementary school teacher.
Create a Grade 6 Mathematics lesson plan on Cubes and Rectangular Prisms aligned with the Kurikulum Merdeka.
Include:
• Learning objectives
• Success criteria
• Ice breaking
• Main activities
• Collaborative learning
• HOTS questions
• Differentiated instruction
• Formative assessment
• LKPD
• Answer key
Output as a Microsoft Word document with professional formatting.
Dengan pendekatan seperti ini, AI akan menghasilkan perangkat pembelajaran yang jauh lebih lengkap dan siap digunakan.
Penerapan untuk Blogger dan Content Creator
Framework ODAF juga sangat efektif untuk membuat artikel blog yang berkualitas dan ramah SEO.
Contoh prompt:
You are an experienced SEO content writer.
Write a 2,000-word blog post targeting the keyword "AI Tools for Teachers."
Requirements:
• Include H1, H2, and H3 headings
• Write a compelling introduction
• Use natural keyword placement
• Add a meta description
• Create an SEO-friendly permalink
• Include FAQ schema section
• Add internal linking suggestions
• Suggest image ideas
• Write a strong conclusion with CTA
Output in Markdown format.
Prompt tersebut lebih efektif karena AI memahami peran yang harus dimainkan, tujuan artikel, struktur konten, target kata kunci, dan format hasil yang diinginkan. Hasilnya cenderung lebih mudah dioptimalkan untuk mesin pencari seperti Google sekaligus memberikan pengalaman membaca yang baik bagi pengunjung blog.
Kesimpulan
Gambar ini mengajarkan bahwa kualitas jawaban AI sangat dipengaruhi oleh kualitas prompt yang kita berikan. Prompt yang terlalu umum akan menghasilkan jawaban generik, sedangkan prompt yang kaya konteks akan menghasilkan output yang lebih akurat, terstruktur, dan profesional. Dengan menerapkan prinsip Role + Outcome + Data + Action + Format (ODAF), siapa pun dapat memanfaatkan AI secara maksimal, baik untuk kebutuhan pemasaran, pendidikan, maupun pembuatan konten digital.
