-->

Materi dan Soal Peta berfikir Bab 5 Bahasa Indonesia Kurmer



Anak-anak juga bisa membawa perubahan besar bagi dunia. Salah satu contohnya adalah Isabel dan Melati Wijsen, dua kakak beradik dari Bali yang berjuang mengurangi sampah plastik. Dari mereka kita belajar bahwa ide kecil bisa berdampak besar jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dalam bab ini, kita akan belajar membuat peta berpikir untuk menyusun ide dalam memecahkan masalah lingkungan di sekitar kita.

Apa Itu Peta Berpikir?

Peta berpikir adalah cara sederhana untuk menuliskan ide atau gagasan utama dan mengembangkannya menjadi beberapa ide pendukung. Dengan peta berpikir, kita bisa lebih mudah:

  • Menyusun pikiran secara teratur,
  • Melihat hubungan antaride, dan
  • Menemukan solusi dari suatu masalah.

Peta berpikir sering berbentuk lingkaran atau cabang-cabang seperti pohon. Di tengahnya ada topik utama, dan di sekelilingnya ada ide-ide turunan.

Contoh Peta Berpikir: Mengatasi Sampah di Pantai

Bayangkan kita melihat pantai yang penuh sampah plastik. Masalah ini tidak bisa dibiarkan karena merusak keindahan alam dan mengancam hewan laut.

Topik utama: Pantai Penuh Sampah

Dari topik ini, kita bisa membuat beberapa ide untuk solusi:

  1. Menyediakan tempat sampah di area pantai.
  2. Mendenda orang yang membuang sampah sembarangan.
  3. Mengadakan kegiatan bersih pantai bersama masyarakat.
  4. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  5. Mengedukasi wisatawan dan pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan.

Semua ide tersebut bisa digambar dalam bentuk peta berpikir agar terlihat jelas hubungan antara masalah dan solusi.

Belajar dari Isabel dan Melati Wijsen

Melati dan Isabel adalah anak-anak yang peduli dengan lingkungan. Mereka mendirikan gerakan Bye Bye Plastic Bag di Bali saat masih berusia 10 dan 12 tahun. Awalnya, banyak orang tidak percaya bahwa anak-anak bisa membuat perubahan besar. Namun, mereka tidak menyerah.

Dengan membuat petisi, berkampanye, dan menginspirasi banyak orang, akhirnya pemerintah Bali melarang penggunaan plastik sekali pakai pada tahun 2019.
Semangat mereka menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk berbuat baik bagi bumi.

Langkah Membuat Peta Berpikir Sendiri

  1. Tentukan masalah utama.
    Misalnya: “Sekolah sering kotor karena sampah makanan.”
  2. Tuliskan di tengah kertas.
    Buat lingkaran di tengah dengan tulisan “Sampah Sekolah”.
  3. Tambahkan cabang ide solusi.
    Contoh: “Menambah tempat sampah”, “Mengadakan piket kelas”, “Mengurangi jajan plastik”.
  4. Gunakan warna atau gambar.
    Warna membuat peta berpikir lebih menarik dan mudah dibaca.
  5. Gunakan hasil peta berpikir untuk menulis teks pidato atau proyek sekolah.

Kesimpulan

Peta berpikir membantu kita menata ide agar lebih terarah. Dari kegiatan ini, kita belajar:

  • Cara berpikir sistematis,
  • Cara mencari solusi kreatif, dan
  • Pentingnya peduli terhadap lingkungan sekitar.

Seperti Isabel dan Melati, kita juga bisa menjadi anak Indonesia yang mengubah dunia dimulai dari hal kecil di sekolah atau lingkungan rumah.

Soal Evaluasi

A. Soal Pilihan Isian Singkat

  1. Apa yang dimaksud dengan peta berpikir?
  2. Sebutkan dua manfaat menggunakan peta berpikir!
  3. Apa masalah utama yang dihadapi Isabel dan Melati?
  4. Apa nama gerakan yang dibuat oleh Isabel dan Melati?
  5. Sebutkan salah satu ide solusi untuk mengatasi pantai penuh sampah!
  6. Mengapa peta berpikir penting untuk menyusun ide?
  7. Apa hasil akhir perjuangan gerakan Bye Bye Plastic Bag?
  8. Sebutkan langkah pertama dalam membuat peta berpikir!
  9. Siapa tokoh yang menginspirasi Isabel dan Melati dalam perjuangannya?
  10. Apa pesan penting dari kisah Isabel dan Melati bagi anak-anak Indonesia?

Kunci Jawaban

  • Cara berpikir yang digambarkan dalam bentuk cabang ide.
  • Membantu menata pikiran dan menemukan solusi.
  • Banyaknya sampah plastik di pantai.
  • Bye Bye Plastic Bag.
  • Menyediakan tempat sampah.
  • Agar ide tersusun rapi dan mudah dikembangkan.
  • Pemerintah Bali melarang plastik sekali pakai.
  • Menentukan masalah utama.
  • Nelson Mandela, Martin Luther King, Mahatma Gandhi.
  • Anak-anak juga bisa membuat perubahan besar.
#BahasaIndonesiaKelas6 #PetaBerpikir #AnakAnakMengubahDunia #BelajarPeduliLingkungan #KurikulumMerdeka #MateriSD

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel